TANJUNGPINANG – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow mengadakan Kongres Bahasa Indonesia pertama di Rusia pada 5 November 2025 di Perpustakaan Sastra Asing an M.I Rudomino, Moskow Rusia, dengan tema “Bahasa Indonesia di Rusia: dari Diplomasi Lunak menuju Pengakuan Internasional” dan dihadiri sekitar 50 peserta yang rata rata para Indonesianis muda dari Rusia, termasuk para pejabat dan akademisi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, menekankan pencapaian bahasa Indonesia di tingkat global dan harapannya akan terus muncul pemikiran baru untuk mendukung upaya penginternasionalan bahasa Indonesia.
“Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada tahun 2023, dan pada 4 November 2025 kemarin, kami kembali membuat sejarah dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam pidato di Sidang Umum UNESCO,” ungkapnya seperti dikutip laman Indonesia 2045
Duta Besar RI menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kongres dan berharap kegiatan ini menjadi tahunan untuk meningkatkan hubungan Indonesia-Rusia yang telah berstatus kemitraan strategis. Kongres ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Indonesia 2025 dan menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia.
Sementara itu, Khoirul Rosyadi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, menyampaikan tantangan dalam pengembangan Bahasa Indonesia di Rusia, seperti kekurangan pengajar bersertifikasi dan materi ajar yang sesuai. Untuk mengatasinya, ia mencanangkan empat strategi, termasuk pelatihan pengajar, pengembangan materi ajar digital, ekspansi program, dan riset untuk pengakuan dalam kurikulum pendidikan tinggi Rusia.
Marina Frolova dosen dan penitili pada Institut Negara Asia Afrika (ISAA) MGU memaparkan sejarah pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia, yang dimulai pada akhir 1950-an di Universitas Negeri Moscow Lomonosov dan kini diajarkan di berbagai institusi ternama seperti MGIMO, Institut Negeri-Negeri Asia dan Afrika, Far Eastern Federal University, Kazan University, dan Saint Petersburg State University.
Sedangkan, Polina Evsyukova, dosen pada High School of Economic (HSE) University Moskow Rusia menyoroti modal sosial yang dimiliki masyarakat Indonesia.
“Saya kira Bahasa Indonesia dan budaya gotong royong adalah modal sosial yang amat penting bagi masyarakat Indonesia yang menjadikan negara ini harmonis dan damai hingga saat ini,” terangnya.(Red/fbIndonesia2045)





